IBU KOTA KABUPATEN PASER - TANA PASER
Menuju Paser Yang Lebik Baik “Menuju Paser Yo lebeh buen

Jumat, 22 Oktober 2010

Bermain dan Permainan

Program Pitcher
Bermain
Beberapa pendidik mengatakan bahwa bermain adalah belajar menyesuaikan diri dengan keadaan. Anak-anak bermain di dalam daerah lingkungannya serta benda-benda yang terdapat di daerah itu. Dengan bermain mereka akan mengenal cirri-ciri dan sifat-sifat setiap benda yang dimainkan. Bayi pada tahap permulaan bermain dengan bagian Abadannya sendiri. Kemudian akan berkembang akan bermain dengan benda-benda yang diberikan kepadanya. Setelah itu mereka akan bermain dengan benda yang dijumpainya. Akhirnya anak-anak akan terbiasa dengan bentuk,berat dan sifat-sifat yang lain dari benda itu.
Bermain merupakan urusan yuang serius bagi anak. Artinya bermain merupakan sesuatu yang sangat penting bagi anak. Bermain memiliki nilai-nilai pendidikan untuk mengembangkan potensi anak.
Bermain merupakan cara untuk bereksploitasi dan bereksperimen dengan dunia sekitar sehingga anak akan menemukan sesuatu dari pengalaman bermain.
Mengartikan apa itu bermaian harus mengandung berbagai aktivitas yang menyertainya yaitu :
- bebas,
- terpisah,
- tak pasti atau berubah-ubah,
- secara spontan,
- tidak mempertimbangkan hasil,dan
- diatur oleh peraturan serta membuat kepercayaan.

Hurlock (1991:320) menyatakan bahwa bermain adalah setiap kegiatan yang dilakukan untuk kesenangan yang ditimbulkannya, tanpa mempertimbangkan hasil akhir.
Bermain dan Kehidupan Anak-Anak
Anak-anak usia sekolah dasar bila diamati beberapa waktu, akan Nampak betapa tinggi kegiatan mereka. Sungguh sulit bagi mereka untuk duduk diam. Mereka selalu bergerak, lari ke sana kemari, Lompat-lompat,memanjat terus lompat turun dan terus lari lagi. Ini semua adalah dorongan dari dalam atau naluri yang tidak dapat ditekan-tekan lagi.
W.R Smith seorang psikolog mengatakan bahwa bermain adalah dorongan langsung dari dalam diri setiap individu, yang bagi anak-anak merupakan pekerjaan sedangkan bagi orang dewasa lebih dirasakan sebagai kegemaran. Anak-anak yang berumur 6 tahun bila ia sedang bermain,jalan pikiran serta seluruh jiwanya lepas dari lingkungan hidupnya. Ia merasa bertugas atau membagi-bagi tugas dalam dunia permainannnya. Ia tidak sadar bahwa sekelilingnya ada dunia yang nyata yang lain dengan yang ia alami pada saat itu. Makin tambah usia si pemain, makin baik kesadarannya, bahwa ternyata ada dua dunia, Yaitu dunia nyata dan dunia permainan. Orang dewasa yang sedang main sandiwara,, menyadari sepenuhnya bahwa apa yang sedang di perbuat adalah fantasi.
Perilaku seseorang dapat merupakam ekspresi dari permainan, tetapi juga dapat merupakan ekspresi dari pekerjaan. Yang dapat menentukan apakah perilaku itu pekerjaan atau permainan adalah latarbelakang perilaku itu sendiri. Seorang kaya sedang asyik mengail di tepi danau, jelas ia tidak melakukan pekerjaan. Ia sedang rekreasi,menghibur diri atau mengisi waktu luang, ia sedang bermain. Sedangkan seorang nelayan yang memancing didekatnya tidak dapat dikatakan sedang rekreasi atau sedang bermain,tetapi ia sedang mencari ikan sebagai pekerjaan sehari-hari. Adapula yang sama-sama melakukan permainan, yang satu
melakukan untuk bermain, sedangkan yang lain melakukan untuk pekerjaannya. Sebagai contoh dalam hal ini adalah bermain sepak bola, yang satu untuk rekreasi, sedangkan yang lain pemain prof yang sedang bersepak bola untuk bekerja.
Telah diakui kebenarannya bahwa hidup manusia sejak kecil tumbuh dengan melewati beberapa macam bentuk pengalaman bermain. Dari mempelajari perkembangan individu manusia beserta sejarahnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa permainan itu telah ada di dunia, sejak manusia itu ada. Oleh karena itu manusia tumbuh tidak dapat terlepas alam permainan. Anak-anak berkembang melewati bermacam-macam permainan sebagai kodrat yang alami.
Pendidikan modern berpendapat bahwa bermain merupakan alat pendidikan. Pendidikan yang baik akan mengetengahkan bermain sebagai alat pendidikan. Seperti hal pendapat Pestalogi, Ia berpendapat bahwa bermain mempunyai nilai-nilai untuk mengembangkan harmoni antara jiwa dan raga. Jadi ia menggunakan bermain sebagai alat untuk mendidik. Sampai sekarang pun bermain tetap menguasai kehidupan anak-anak Tidak terbatas pada anak-anak dari lingkungan masyarakat yang beradab saja, anak-anak dari masyarakat yang belum beradab pun bermain menguasai kehidupannya.
Pada waktu bermain, semua fungsi baik jasmani maupun rohani anak ikut terlatih. Dalam dunia pendidikan mengakui adanya ucapan yang mengatakan ”makin banyak kesempatan bermain, makin sempurnalah penyesuaian anak terhadap keperluan hidupnya di dalam masyarakat”. Masa persiapan anak untuk menjadi dewasa, tidak cukup mengembangkan fisik dan mental anak yang sesuai dengan perkembangannya, sangat diperlukan.
Naluri anak untuk melakukan bergerak tiap anak tidak sama. Dorongan bergerak tidak dapat diajarkan, tetapi telah merupakan pembawaan masing-masing. Pendidikan hanya dapat memberikan kesempatan dan mengarahkan dorongan bergerak itu. Dengan memberikan permainan yang menarik perhatian mereka, maka guru dapat menyalurkan dorongan bergerak tadi kearah yang bermanfaat. Perhatian anak untuk tertarik pada suatu permainan dapat dipengaruhi oleh pendidikan, lingkungan hidupnya yaitu kakak atau orang tuannya, atau anggota keluarga yang lebih tua. Disini dapat diartikan bahwa manusia dapat dipengaruhi selain oleh bawaannya, juga dapat dipengaruhi oleh dunia sekelilingnya.
Fungsi Bermain dalam Kehidupan Anak
Nilai-nilai yang terkandung dalam bermain dan rekreasi hampir sama. Kegiatan anak-anak biasanya dianggap bermain, Sedangkan kegiatan orang dewasa dikatagorikan sebagai rekreasi atau mengisi waktu luang. Ada beberapa pakar pendidikan yang menyatakan bermain adalah kegiatan yang membantu anak berkembang menjadi manusia. Ada pula yang menyatakan bahwa bermaian adalah bahasa alami seorang anak. Pakar yang lain menyatakan bahwa dalam bermain, anak-anak dapat memperlihatkan kemampuannya,minat dan sikap, kedewasaannya dan responya terhadap semua itu.
Adapun fungsi bermain bagi anak dalah :
1. Nilai Mental

Suasana di dalam bermain selalu bebas. Tetapi didalam suasana yang bebas itu setiap individu yang ikut bermain dituntut untuk mengikuti ketentuan-ketentuan atau peraturan permainan itu sendiri. Dengan demikian setiap anak yang bermain ada nilai-nilai yang dipelajari dengan jalan menghayati dan melaksanakan peraturan itu. Misalnya anak harus tahu haknya sendiri, juga harus belajar gerak individu yang lainnya. Mereka belajar berbuat saling mempercayai di antara kelompoknya. Belajar mengenal kekurangan dirinya jika dibanding dengan orang lain, dan mengakui dengan jujur kelebihan orang lain. Belajar mengendalikan nafsu bergerak yang berlebihan, dan lain sebagainya.
Nilai-nilai mental yang akan muncul dari diri anak dalam bermain diantaranya adalah :
a. Kebutuhan Anak Akan Pengalaman Baru

Setiap anak ingin memperoleh pengalaman baru dan menemukan hal-hal yang bersifat petualangan atau tantangan. Mereka selalu ingin mendapatkan hal-hal yang menantang, ingin dapat memecahkan misteri yang dihadapinya. Itulah
yang menantang jiwa mereka. Di dalam bermain, mereka akan menemukan pengalaman baru. Setiap permainan yang satu denganh yang lainnya. Perbedaan itu tergantung pada lingkungan permainan itu berlangsung, dan dengan siapa permainan itu dilakukan. Pelajaran baru akan menghasilkan pengalaman baru. Hal ini mengasikan dan mereka akan selalu berusaha mencari yang baru sejalan dengan pertumbuhan kedewasaannya. Pengalaman yang banyak berarti akan memperkaya pengetahuan, pemahaman, sikap serta perilakunya. Semuanya dapat di capai lewat permainan.
b. Kebutahan Anak Akan Rasa Aman

Setiap anak butuh rasa aman. Hal ini merupakan yang penting untuk kebahagiaan hidupnya. Ini mungkin didapatkan dari ayah ibunya, mungkin juga tidak. Rasa aman juga didapatkan dari kelompoknya di sekolah. Hal ini dapat dicapai melalui bermain, karena setiap pimpinan kelompok akan menyiapkan kemungkinan untuk keberhasilan kerja kelompoknya sehingga akan memberikan rasa aman setiap anggotanya.
c. Kebutuhan Untuk Pengakuan

Setiap anak meninginkan agar setiap orang lain tahu bahwa ia dapat memberi sesuatu sebagai sumbangan terhadap kelompoknya. Setiap lingkungan, anggotanya ingin mendapatkan pengakuan. Dengan jalan bermain, guru dapat menciptakan bermacam-macam situasi yang berbeda, yang memungkinkan setiap anak mempunyai kesempatan untuk menunjukan sumbangan yang nyata kepada kelompoknya,sehingga kebutuhan akan pengakuan terpuaskan.
d. Kebutuhan anak untuk Berpartisipasi

Setiap anak selalu ingin berpartisipasi bersama kelompoknya atau individu lainnya. Setiap orang ingin memberi sesuatu kepada yang lain atau kepada kelompoknya. Pada dasarnya tidak ada anak yang ingin sendirian, baik itu di pesta sekolah maupun di lapangan permainan. Bermaian adalah suatu situasi yang memberikan peluang yang besar bagi anak untuk dapat berpartisipasi.
e. Kebutuhan Anak Untuk Rasa Senang

Setiap anak ingin merasakan bahagia. Hal ini bergantung pada keadaan fisik dan mental anak. Setiap anak menginginkan hal-hal yang memuaskan, sehingga akan mengakibatkan timbulnya rasa menyenangkan. Dorongan yang alami untuk bermain dan gembira, adalah yang membantu untuk mencapai kepuasan, dan ini merupakan basis naluri.
2. NIlai - Nilai Fisik

Bergerak yang dilakukan dalam bermain tentu saja disertai kegembiraan. Suasana gembira ini mempunyai pengaruh terhadap keluarnya hormon-hormon yang merangsang pertumbuhan badan. Oleh karena itu, semua penyajian bahan-bahan pendidikan jasmani baik berupa permainan ataupun latihan yang lain, agar diusahakan dalam suasana yanh baik menggembirakan. Hal ini dapat di kaji pada angka-angka statistic yang menunjukan pertumbuhan berat dan tinggi badan waktu liburan lebih besar dari pada waktu sekolah.
Pada waktu melakukan permainan, anak-anak akan melakukan bergerak lari-lari,lompat dan lari,merangkak,mendorong,mengangkat dan lainya-lainnya. Gerakan-gerakan ini akan mempengaruhi terhadap peredaran darah dan pernapasan. Peredaran darah akan dipercepat yang berarti menjadi tambah kuat dan frekuensinya makin cepat.Pernapasan semakin banyak menghirup oksigen sehingga pembakaran didalam tubuh akan lebih sempurna. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa bermain, akan mempunyai arti memperkuat otot jantung dan otot-otot pernapasan. Dapat pula dikatakan bahwa dengan melakukan permainan, alat-alat peredaran darah dan pernapasan menjadi terlatih. Jantung akan terlatih akan makin kuat memompa darah ke seluruh tubuh. Paru-parau yang terlatih akan mampu mengambil oksigen sebanyak-banyaknya.
3. Nilai-Nilai Sosial

Anak yang sedang bermain gembira, suasana kejiwaannya juga bebas atau lepas dari segala yang merintanginya. Dengan demikian pendidik akan mudah mengetahui sifat-sifat anak-anak pada waktu bermain. Ada sementara pakar
pendidikan yang mengatakan bahwa anak-anak yang sedang bermain ibarat sebagai buku yang terbuka.
Didalam situasi bermain seorang lawan seorang, mereka belajar saling memberi dan menerima. Mereka juga mengukur kekuatan, kemampuan,kepandaian,keuletans sendiri dengan kekuatan,kemampuan,kepandaian,keuletan orang lain. Mereka belajar mengakui keunggulan lawan, belajar menyadari kekurangan dirinya,belajar memperlakukan lawan sebagai teman bermain.
Sedangkan situasi bermain seorang lawan kelompok, ia mempunyai kesempatan untuk belajar menghadapi orang banyak. Situasi yang demikian sangat berguna bagi anak untuk kehidupannya di masa mendatang. Ia akan belajar menilai bahwa kelompok itu mempunyai kelebihan-kelebihan tertentu, di samping ada kelemahannya. Penilaian tersebut akan mendorong timbulnya taktik dan strategi untuk menghadapi kelompok.
Sedangkan kelompok lawan kelompok, akan mendorong timbulnya rasa persatuan, rasa kebersamaan, rasa bertanggung jawab baik pada kelompok maupun anggotanya, kerjasama di antara anggota kelompok untuk tujuan bersama, rasa atau sikap mendahulukan kepentingan kelompok daripada kepentingan diri pribadi, dan sebagainya.
Di dalam situasi pertandingan,sikap sportif harus di pupuk sebaik-baiknya, Sikap sportif juga dituntut kepada para pemainnya, agar kemenangan atau kekalahan dapat di terima dengan ikhlas, tidak ada dendam dan yang menang tidak menjadi sombong. Hal ini bukan berarti tidak boleh bergembira, tetapi harus ada batas jangan melukai hati kelompok lawan.
B. Permainan
Permainan adalah berbagai bentuk kompetisi bermain penuh yang hasilnya ditentukan oleh :
- Keterampilan fisik
- Strategi
- Atau kesempatan

Yang dilakukan secara perorangan atau gabungan (Loy,McPherson, dan Kenyon,1978:21)
Seperti halnya bermain,permainan biasa bersifat terstruktur dan memiliki hasil yang dapat diprediksi. Anak bermain permainan dalam pikiranya memiliki tujuan tertentu. Anak tidak memiliki kebebasan yang luas untuk mengikuti gerak hati dan lebih terbatas karena perilakunya menjadi bagian untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di dalam permainan, anak meletakan keterbatasan-keterbatasan pada dunia bermain dan mengubah bermain menjadi suatu pertunjukan atau kontes (contest). Batasan-batasan meliputi batasan tempat dan waktu,mengikuti aturan, dan tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan jelas.
Permainan dimainkan dengan membutuhkan banyak keterikatan dan banyak energi lebih kuat dan serius daripada bermain, dan lebih memungkinkan memberikan penghargaan terhadap pemenuhan dan keberhasilan. Oleh karena itu, permainan dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang dibatasi oleh aturan-aturan yang lengkap dan terdapat suatu kontes diantara pemain agar supaya menghasilkan hasil yang dapat diprediksi. Dengan kata lain bahwa permainan adalah kontes sukarela yang didasari peraturan dan tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan jelas.
Meskipun permainan dapat dianggap suatu kontes, tetapi ada perbedaan-perbedaan penting di antara permaian dan kontes-kontes yang lain. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Permainan berada di dalam modalitas bermain (play modality), misalnya keluar dari dunia nyata;
2.      Menang atau kalah adalah kondisi yang tidak langgeng (short-lived condition)yang hanya relepan untuk permainan;
3.      Permaian dapat dimainkan kembali dengan lawan yang sama;
4.      Permainan memerlukan kerjasama di antra para pemain dalam mengikuti dan mentaati peraturan yang tegas dan perilaku-perilaku bermain permainan (game-play behaviours) yang lengkap (morris, dan Steehl,1989:5).



- Yang dilakukan secara perorangan atau gabungan (Loy,McPherson, dan Kenyon,1978:21)

Seperti halnya bermain,permainan biasa bersifat terstruktur dan memiliki hasil yang dapat diprediksi. Anak bermain permainan dalam pikiranya memiliki tujuan tertentu. Anak tidak memiliki kebebasan yang luas untuk mengikuti gerak hati dan lebih terbatas karena perilakunya menjadi bagian untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Di dalam permainan, anak meletakan keterbatasan-keterbatasan pada dunia bermain dan mengubah bermain menjadi suatu pertunjukan atau kontes (contest). Batasan-batasan meliputi batasan tempat dan waktu,mengikuti aturan, dan tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan jelas.
Permainan dimainkan dengan membutuhkan banyak keterikatan dan banyak energi lebih kuat dan serius daripada bermain, dan lebih memungkinkan memberikan penghargaan terhadap pemenuhan dan keberhasilan. Oleh karena itu, permainan dapat didefinisikan sebagai aktivitas yang dibatasi oleh aturan-aturan yang lengkap dan terdapat suatu kontes diantara pemain agar supaya menghasilkan hasil yang dapat diprediksi. Dengan kata lain bahwa permainan adalah kontes sukarela yang didasari peraturan dan tujuan-tujuan yang dinyatakan dengan jelas.
Meskipun permainan dapat dianggap suatu kontes, tetapi ada perbedaan-perbedaan penting di antara permaian dan kontes-kontes yang lain. Perbedaan tersebut adalah sebagai berikut :
C. Mengorganisir Proses Belajar Mengajar Permainan untuk Anak
Potensi gerak yang terdapat di dalam diri anak begitu besar maka seorang guru harus mampu untuk membangkitkan anak agar bisa dengan secara alami dan terarah sesuai dengan usia dan berpartisipasi aktif di dalam aktivitas gerak dan mencapai tingkat potensi maksimal.
Keberhasilan pengajaran sangat tergantung pada strategi guru dalam pengelolaan kelas dimana seorang guru harus dapat menentukan dan memelihara lingkungan belajar yang produktif . Strategi pengelolaan aktivitas anak agar lebih efektif perlu mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a) Merencanakan untuk aktivitas maksimum bagi anak
b) Guru menempatkan posisi yang tepat saat mengajar
c) Memberikan peralatan yang cukup untuk meningkatkan waktu latihan dan mengurangi waktu menunggu
d) Membuat kelompok dengan jumlah anggota yang kecil
e) Menghindari permainan yang mengeliminasi atau menyisihkan pelajaran
f) Mempersiapkan peralatan sebelum mulai pelajaran
g) Menjaga ketertiban anak melalui suatu aktivitas
h) Merencanakan aktivitas yang memberikan kesempatan anak berhasil.

Guru dalam proses belajar permainan tidak terlaku mengintervensi kegiatan siswa,setelah guru menjelaskan cara bermain dan peraturan permainan guru tinggal mendampingi,mengawasi sekali-kali memberikan penjelasan jika terdapat kesulitan dalam mengartikan peraturan permainan, dengan demikian anak dapat mengembangkan dan memperkaya keterampilan gerak yang bervariasi, dalam permainan jangan terlalu terikat dengan penguasaan teknik yang terlalu tinggi sehingga anak akan lebih mudah mengikuti/berpartisifasi dalam kegiatan.
D.Permainan sebagai Alat Untuk Meningkatkan Gerak Keterampilan Gerak Dasar Anak
Permainan dapat dimainkan peran yang penting dalam mengembangkan dan memperhalus berbagai kemampuan gerak dasar, jika permainan secara tepat dimasukan ke dalam program pengembangan gerak. Seringkali guna memberikan permainan untuk menumbuhkan kesenangan anak atau menguatkan ketrampilan sosial tertentu. Meskipun hal ini memiliki tujuan yang bermanfaat, maka permainan harus tidak dipandang sebagai tujuan utama,melainkan sebagai alat untuk mencapai tujuan tetentu.
Jika permainan memiliki berbagai nilai yang nyata, maka juga harus ditinjau dari perspektif perkembangan. Sebagaimana telah dikemukakan sebelumnya bahwa anak usia sekolah dasar taraf pengembangan gerak dasar. Oleh karena itu, permainan harus secara berhati-hati dipilih dan diimplementasikan dengan mengkaitkan kemampuan gerak lokomotor,manipulasi dan stabilitas.
Gallahue (1975 : 178)mengemukakan bahwa pada masa pra-sekolah dan tahun-tahun awal sekolah dasar (kelas 1 – 3),permainan sangat penting untuk membantu anak di dalam belajar mengenal bagai mana cara bergerak dengan efisien dan pengendalian yang lebih besar. Dengan demikian guru harus tidak menganggap selalu benar bahwa permainan akan mengembangkan dan memperhalus sejumlah kemampuan gerak dasar yang perlu untuk kinerja yang baik. Pada mulanya, anak harus diberikan berbagai pengalaman gerak secara individu yang dirancang untuk mempertinggi kemampuan gerak anak sebelum memasukan keterampilan ini ke dalam permainan.
Berbagai pengalaman gerak yang melibatkan eksplorasi gerak dan pemecahan masalah harus dilatih sebelum bermain permainan yang mnggunakan gerakan-gerakan tetentu. Dengan kata lain, permainan untuk anak kecil harus dipandang sebagai alat untuk meningkatkan dan mengimplementasikan pola-pola gerak tertentu lebih lanjut yang berkaitan dengan bagian pelajaran individu.
Permainan dipilih untk meningkatkan kemampuan gerak lokomotor dan manipulasi memiliki karakteristik,yaitu ;
1. Memberikan aktivitas maksimum pada semua anak
2. Mengembangkan inklusi daripada semua anak
3. Mudah divareasi


4. Membantu pengembangan berbagai kemampuan gerak,dan
5. Menyenangkan bagi anak yang bermain.

Permainan yang berisi gerak satabilitas dimasukan ke dalam permainan gerak lokomotor dan manipulatif. Format yang digunakan dalam tiap permainan adalah pertama ditinjau dari ketrampilan gerak tertentu yang diikuti dengan hasil yang diinginkan,formasi,peralatana, dan prosedur yang harus diikuti.
Tujuan umum dari pengalaman ini adalah :
1. Meningkatkan kemampuan gerak dasar lokomotor
2. Meningkatkan gerak dasar manipulatif
3. Mendukung kesegaran fisik dan gerak anak
4. Membantu pengembangan dan penghalusan berbagai kompetensi sosial;dan
5. Memberikan kesempatan untuk mengimplementasikan berbagai kemampuan gerak dasar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berilah yang bermanfaat bagi Website ini !

Page Rank

Check Page Rank of your Web site pages instantly:

This page rank checking tool is powered by Page Rank Checker service